Sembuhkan Cedera Sendi dan Tulang dengan Teknik Artroskopi di RS EMC Tangerang
Sembuhkan Cedera Sendi dan Tulang dengan Teknik Artroskopi di RS EMC Tangerang
Musibah kecelakaan bisa menimpa siapa saja tidak melihat usia maupun jenis kelamin. Tak hanya mengintai mereka yang kerap menggunakan kendaraan bermotor, pekerja lapangan dan konstruksi. Mereka yang olahraga pun tak bisa luput dari resiko kecelakaan dan cedera parah.
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi di RS EMC Tangerang, Dr. Pradhana Wijayanta, Sp.OT mengatakan bahwa trauma karena kecelakaan dan olahraga dengan kontak fisik yang intens bisa menyebabkan cedera parah pada area-area tubuh tertentu termasuk cedera lutut.
"Robekan meniskus bisa terjadi akibat cedera olahraga sepak bola, futsal, bola basket dan olahraga lainnya. Cedera ini dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, dan rasa mengunci pada sendi lutut," kata Dr. Pradhana Wijayanta.
Menurutnya, jika tidak segera dilakukan tindakan, meniskus yang robek akan dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan sendi yang licin.
"Dampak kontak fisik dari gerakan-gerakan dalam olahraga ini juga dapat menyebabkan dislokasi, patahan, dan robekan yang memerlukan operasi/ pembedahan. Tindakan yang dilakukan sedini mungkin dapat menyelamatkan sendi dari kerusakan," ujar Dr. Pradhana.
Dr. Pradhana mengatakan dengan perkembangan teknologi kedokteran yang semakin maju, saat ini masyarakat tidak perlu khawatir akan penanganan akibat cedera sendi dan tulang melalui operasi. Karena bisa dilakukan dengan metode minimal invasif yaitu dengan Artroskopi yang lebih aman dan cepat.
Keunggulan Bedah Minimal Invasif
Artroskopi yang juga disebut operasi artroskopi atau lubang kunci adalah prosedur bedah minimal invasif pada sendi di mana pemeriksaan dan kadang-kadang pengobatan dilakukan dengan menggunakan artroskop, endoskop, atau tabung fleksibel dengan cahaya dan kamera yang melekat pada alat tersebut yang dimasukkan ke dalam sendi melalui sayatan kecil.
“Operasi minimal invasif memiliki banyak manfaat. Dokter dapat memotong sendi, memperbaiki kerusakan dan robekan, dan meningkatkan fungsi sendi, semua melalui lubang kunci kecil ini,” jelas Dr. Pradhana.
Beberapa manfaat lain dari menjalani bedah minimal invasif ini antara lain;
Anestesi lokal dapat digunakan sebagai pengganti anestesi umum, menurunkan risiko komplikasi
Sayatan kecil berarti jahitan yang lebih sedikit dan bekas luka yang lebih kecil
Waktu pemulihan jauh lebih singkat sehingga Anda dapat sesegera mungkin kembali berolahraga.
Risiko lebih rendah secara umum, artinya lebih aman daripada operasi terbuka untuk kebanyakan orang
Efek samping yang tidak menyakitkan selama pemulihan
Dr. Pradhana menegaskan bahwa Arthroscopy sangat penting untuk penanganan cedera sendi dan tulang karena operasi ini merupakan alat diagnosis yang lebih akurat dibandingkan dengan pencitraan (X-ray, Ct Scan, MRI). Selain itu, dengan arthroscopy, dapat dilakukan diagnosis dan terapi secara bersamaan.
"Cedera ACL (anterior cruciate ligament), yang merupakan ligamen pada bagian tengah sendi lutut dan berguna untuk menjaga stabilitas sendi lutut juga merupakan kelainan yang sering ditemukan dan dapat diterapi dengan tindakan arthroscopy," ujarnya.



Comments
Post a Comment